Langsung ke konten utama

Postingan

Cuap-Cuap 2020

Hai..  It's been a long time nulis lepas begini,  kebanyakan nulis cerita ya aku hehe.  Sebenarnya gatau mau nulis apaan makanya ngelag mulu, udah nemu topik tapi gak pernah inget buat research jadi gak nulis-nulis deh.   Apa kabar kaleand smwaaa??   Aku harap baik-baik saja ya dengan segala keajaiban 2020 ini.  Aku harap kalian sehat jasmani dan rohani.   Aku merindukan kalian wahai pembaca sekalian hehe.   Gimana karantinanya kawan-kawan?  Gak betah yah tinggal di rumah?  Hehe sama. Padahal aku orangnya suka diem di rumah aja, tapi pas masa karantina ini disuruh diem mulu di rumah malah rasanya pen keluar mulu haha manusia ya, sifatnya emang pembangkang. Capek ya ngadepin 2020 dengan segalaaaaa kesintingannya. Tapi yaa mau gimana lagi suka gak suka tetep harus dihadepin.  Huhh!  Tapi bagi aku paling capek ngadepin covid-19 ini.  Bukan virusnya doang yang bikin capek tapi orang-oran...

G

“ dih sok cantik banget si” “buat apa si kek gitu” “gak usah sok cantik deh lo, lonte” “dasar mukanya kek anjing” “mati aja sono” “dasar caper” “lo mau mati kan? Sini gue bunuh biar cepet” “moga cepet mati” Gravillea menghembuskan napas berat membaca komentar yang tertera di postingannya. Padahal ia hanya memposting sesuai dengan isi hatinya bahwa saat ini ia sedang merasa bersedih, ia juga ingin mengeluhkan tugas kuliah yang menumpuk seperti yang lainnya. Beberapa akun yang ia ketahui adalah akun teman-teman kampusnya yang selalu memandang sinis dirinya. Akun yang lain mungkin saja juga milik teman-temannya hanya saja ia tidak mengetahuinya. Akhirnya sekali lagi ia memilih pilihan “ turn off comment” pada postingannya. Rasanya tidak sanggup lagi melihat semua cemoohan dari orang-orang. Tentu saja di antara komentar itu banyak pula yang menyemangatinya yang notabene berasal dari akun milik cowok-cowok tetapi Gravillea merasa komentar itu dengan mudahnya t...

F

Aku mendengar suara yang kukenali, aku terdiam membeku di tempatku. Adrenalin di tubuhku bekerja lebih cepat, mataku memanas, aku berlari menuju kamar mandi, menutup telingaku dan menenggelamkan wajahku di antara kedua lututku. Aku merasa ingin menghilang. Aku ingin berteriak kencang akhirnya aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya di sana. *** “ kita putus ya ”bibirku bergetar mengucapkannya tetapi aku harus terlihat tegar, aku tidak boleh menangis.  “ tapi kenapa sia? Apa salah aku? Tolong kamu jelasin apa salahku dan aku akan memperbaikinya ”terdengar suara yang sangat frustasi.  “ masalahnya bukan di kamu, tapi aku” “kamu ada masalah apa? Biar kita perbaiki sama-sama” “enggak bisa, Elang. Udah gak bisa diperbaiki” “maksud kamu apa?” “kamu terlalu baik buat aku, aku gak pantes buat kamu” “Freesia, aku udah sering ngedengerin alasan itu di sinteron, aku enggak nyangka akan mengalaminya juga.apa aku harus jadi penjahat dulu biar bisa sama k...

E

Aku sarankan kalian membaca series A, B, C, dan D dulu deh. Ok here we go. *** “Eidelweis!!” panggil seseorang. Aku yang merasa terpanggil segera menoleh. “oh hai Anyelir!” sapaku pada gadis yang saat itu mengenakan baju kotak-kotak dan celana jeans. “ kamu habis darimana?” tanya gadis itu. “biasalah dari…” “perpus?” Aku hanya terkekeh sejenak. Yap betul sekali aku dari perpustakaan. “kamu gak cape kapa belajar mulu? Coba rehat sejenak lah. Gak cape apa saingan mulu sama Camelia? Mau gimana pun kamu tetep juara kok” “juara di hati kamu haha” ocehku sambil tertawa meski ada pedih di balik tawa itu.  Camelia adalah saingan ku sedari awal memasuki kampus. Aku tidak tau mengapa ia begitu berambisi dengan nilai, toh kalau nilainya buruk pun dia akan tetap kuliah. Aku? Jika nilai ku rendah sedikit saja, aku bisa ditendang dari kampus ini. Ibuku takkan sanggup menguliahkanku. Yang aku butuhkan hanya harus terus berada di peringkat satu di angkatanku dan Camel...