Langsung ke konten utama
Saat Aku dalam balutan Putih Merah,
Aku selalu bercita-cita menjadi orang dewasa. Bagaimana rasanya? Tentu menyenangkan dapat melakukan berbagai macam hal di atas kaki sendiri. Melakukan ini itu tanpa larangan dan berdasarkan kemauan sendiri. Dan yang terpenting dapat menghasilkan uang.


Memasuki masa putih biru, masih dengan rasa yang sama pada orang dewasa. Kagum. Makin menjadi-jadi. Melakukan hal yang disukai tanpa banyak rantai mengikat.

Masa putih abu-abu, masa paling Indah katanya. Berbagai fakta mulai terkuak. Dewasa? Zona yang benar abu-abu. Labil dalam melangkah. Ingin dewasa namun semakin kekanakan.

Haruskah kusebut masa putih hitam? Masa dimana 'Dewasa' itu harusnya teraplikasikan. Dewasa? Aku ingin kembali kanak-kanak. Hingga keinginan di atas segalanya. Berbuat semaunya tak kenal umur.

Ternyata dewasa itu sulit. Menjadi dewasa itu berat. Dewasa itu banyak masalah dan harus hadapi dengan cara tepat. Pikirkan segala kemungkinan. Dewasa menguras jiwa dan raga. Otak dan hati bekerja keras. Seringkali perdebatan otak dan hati tak terkendali. Harus disikapi dengan dewasa. Dewasa... Dewasa... Dewasa... Sebenarnya apa definisi dewasa itu? Pada masa ini yang kutahu hanyalah dewasa itu berat.. Aku ingin kembali kanak-kanak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INNER-CHILD

  Hai hari ini aku mau bahas mengenai inner-child atau luka batin. Well, inner-child ini sebenarnya hampir ada di semua orang baik sadar maupun tidak disadari. Tanpa kita sadari inner-child yang belum disembuhkan sangat mempengaruhi kehidupan kita, bagaimana kita bersikap, bagaimana menghadapi masalah, bagaimana hubungan kita dengan orang lain. Jadi apakah penting menyembuhkan inner-child? Menurutku sangat penting. Sama seperti ketika kita terluka, tentu perlu diobati karena jika dibiarkan begitu saja akan terjadi infeksi atau pembengkakan yang justru memberikan akibat yang lebih parah. Menurutku jadi berat bagi kita juga untuk menjalani kehidupan dan karena manusia adalah makhluk social yang berinteraksi dengan orang lain, inner-child yang belum disembuhkan sedikit banyak bisa melukai orang lain. Contoh kecilnya, bagaimana kita mendidik atau berperilaku kepada anak-anak. Orang yang belum sembuh dari inner-childnya cenderung untuk melampiaskan luka batinnya kepada anak tersebut...

I WANT TO DIE BUT I WANT TO EAT TEOKPOKKI Part 1

Dari: diriku Untuk: diriku   saya minta maaf! *** Sebelumnya saya mau review sedikit tentang buku yang sangat excited saya pesan. Sejujurnya ini kali pertama saya memesan buku secara online , ikut pre-order dan nungguin sampe beberapa puluh hari. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada Baek Se Hee yang telah sangat berbaik hati berbagi kisahnya dan menuliskannya dalam sebuah buku. Awalnya saya mengetahui buku itu karena direkomendasikan oleh boygroup Korea Selatan, BTS tapi pada saat itu hanya ada versi hangeul beberapa lama kemudian saya melihat postingan seorang psikiater yang saya ikuti di twitter dan ia diberi tanggung jawab menuliskan kata pengantar pada buku tersebut. Setelah itu tentu saja saya langsung mencari tahu buku yang sudah diproduksi dalam Bahasa Indonesia tersebut. Melihatnya langsung membuat saya sangat senang, awalnya saya berpikir akan membacanya dalam waktu satu hari saja, nyatanyaaa…buku setebal 236 halaman tersebut harus saya baca berha...

PUZZLE SAMA SISI

  Jarum runcing di jam yang melingkar di pergelangan tangan Aira menunjukkan pukul 17.30, bagaskara bersiap-siap untuk berpamitan setelah menunaikan tugasnya hari ini dan bersiap memberi terang pada penduduk Bumi dalam diamnya melalui rembulan. Perjalanan sepulang kerja selalu diwarnai rangkaian besi-besi besar bermuatan wajah kusut penuh peluh. Isi kepala dan lelah daksa membuatnya abai pada indahnya jingga tanda pamitnya sang bagaskara. Benda empuk di tempat bernama rumah serta segarnya alir menjadi damba. Namun, berbeda dengan dua insan yang tengah asik bercengkrama menikmati henti sejenaknya roda empat yang mereka tumpangi akibat sesaknya muatan jalanan. Sekadar bertemu sapa dan bertukar cerita mampu mengisi kembali daya yang terkuras akibat   hampir dua belas jam digunakan untuk bergelut dengan kertas dan layar komputer.   “ kalau salat di rumah keburu gak?” Tanya yang laki-laki. “kayaknya enggak nih, ini masih panjang. Nanti berhenti di masjid depan warteg b...