Langsung ke konten utama
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kali ini mau bahas something yang ya menurutku sih seru. Soalnya sepertinya hal ini sudah ada dalam angan banyak orang terutama mahasiswa tingkat akhir atau bahkan mahasiswa yang sudah mumet sama tugas-tugas.

M E N I K A H

Caelah. Haha. Sering yaa baca-baca gitu yang katanya tanda-tanda cewek udah ngebet nikah tuh kalo di socmednya sering posting foto baby, seneng comel mau karungin baby, suka baper liat orang nikahan, sering post tentang asmara, seneng liat masak-masak. Btw ini saya banget sebenarnya. Haha tapi apakah itu pertanda saya ngebet nikah? 🤔 masih loading.

Gak deng. Wkwk.

Gini ya sering sekali mungkin kita mendengar keinginan ini tercetus dari orang yang baru hijrah. Karena mereka sudah melepas yang namanya pacaran. Yang mereka kenal dimana ada hubungan lelaki dan perempuan itu ya pernikahan bukan pacaran. Tetapi mereka masih ada keinginan jua untuk deket sama lawan jenis yang disukainya dan mereka paham betul hanya satu jalan yang halal yakni menikah maka tercetuslah ngebet nikah haha.
Ini gue btw 😂😂
Dulunya...


Tapi bener kata orang-orang yang sering saya dengar. Yakin? Perdalam ilmu lagi gih! Dan setelah menggali yang hanya beberapa centi dari dalamya ilmu-ilmu ketauhidan, ternyata ilmu saya cuma kayak seujung kuku. Dikit banget. Udah memperdalam pun tetap aje dikit. Tapi dikit-dikit akan jadi bukit ya.

Nah! Orang yang ngebet nikah itu biasanya yang dibayangin cuma seneng-senengnya aja. Bisa sama orang yang disayang tanpa beban tanpa tanggungan dosa malah dapat pahala. Gak sembunyi-sembunyi lagi kalo mau dua-duaan. Semuanyaa bolehhh karena udah halal. Maka terlintaslah adegan-adegan drama korea, masak bareng (padahal gatau masak), bersihin rumah bareng, nonton bareng, dan kisah indah nan romantis lainnya. Lupa kali ya kalo di sinetron maupun drama pun juga ada sedih-sedihnya menandakan hidup tuh gak sebahagia dan seflat itu tapi pasti bakal banyak ujiannya. Dan kita lupa akan hal itu.

Apakah setelah berumah tangga kita akan siap menghadapi segala ujian?
Apakah setelah berumah tangga kita akan siap menerima kekurangan baru dari pasangan kita?
Apakah setelah berumah tangga kita punya rencana?
Dan apakah-apakah yang lainnya..
Dan bikos kebanyakan yang ngebet nikah itu sih ya yang masih muda-muda dengan cita-cita nikah muda. Dan muslimah (ini berdasarkan survei) mungkin karena kalo cewek gak mikirin mahar kali ya 😂 + gak mikirin ntar mau makan pake apa.

Sebenernya sih emang benerr... kalo masalah rezeki kita serahin semuanya sama Allah swt aja apalagi kalo kita mau menjalankan syari'at pasti dikasi kemudahan. Tapi di sini kita mikir lagi memang kita benar-benar sudah siap? Apakah iman kita sudah cukup kuat? Tau kok kalo menikah itu berarti menyempurnakan setengah agama kita. Nah kalo yang setengahnya dari pasangan, sudah yakin kalo agama kita sudah cukup setengah? Dan begitulah ilmu Allah itu luas. Menurut aku sih kita harus sama-sama baik. Tentu muslimah harus cari ikhwan yang baik agama dan akhlaknya karena setelah menikah kita akan jadi milik dia. Kita harus menuruti segala perintah mereka jadi harus dipastikan mereka akan menuntun kita ke arah surga-Nya Allah swt. Dan ikhwan tentu cari akhwat yang shalehah. Yang bisa mengerti dia dan yang menentukan neraka surganya kelak. Ingat! Ikhwan itu punya banyak tanggungan di akhirat. Kelak, dia akan ditanya tentang istrinya, anak-anaknya, keluarganya apakah sudah baik atau belum. Jadi harus memilih istri yang sholehah demi menghindarkan diri dari neraka. Cita-cita semua pasangan pastinya pengen anak sholeh sholehah tapi apakah diri ini sudah demikian? Anak-anak gak mungkin bisa sholeh kalo orang tuanya amburadul. Gak ada tauladan bagi dia. Nah! Istri yang memegang peran amat penting untuk mencetak generasi-generasi sholeh sholehah. Karena istri yang akan mendidik. Cita-citanya sih anak hapal 30 juz tapi orang tuanya aja gak hapal juz 30 hmm kan miris.

Buat akhwat, yakin tidak udah bisa masak buat suami? Kalo makanan yang dibisa cuma itu-itu aja kan kasian suaminya jadi bosen.
Apalagi yang masih suka bangun kesiangan duh mau bangun keluarga kayak apa *udah sering banget denger ini kan?
Terus.. udah bisa atur keuangan belum? Ngurus keuangan diri aja masih keteteran apalagi keluarga. Napsu belanja udah bisa dikontrol tidak? Udah tau cara rawat baby kan? Gak jijikan sama eek baby?


So the conclusion is marilah sama-sama kita perbaiki diri dulu! Karena akhwat mencari ikhwan yang sholeh begitu pula sebaliknya. Tentu kita mencari pasangan sebaik-baiknya. Seperti kata orang, sebrengsek-brengseknya cowok, pasti bakal cari cewek baik-baik. Begitu pun sebaliknya. Jadi mending jadi orang baik dulu biar dipilih atau bisa memilik yang terbaik. Percuma kan kalo dapat yang baik tapi dianya gamau.



Percayalah! Isi tulisan ini buat diri saya sendiri. Asli 😂

Yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INNER-CHILD

  Hai hari ini aku mau bahas mengenai inner-child atau luka batin. Well, inner-child ini sebenarnya hampir ada di semua orang baik sadar maupun tidak disadari. Tanpa kita sadari inner-child yang belum disembuhkan sangat mempengaruhi kehidupan kita, bagaimana kita bersikap, bagaimana menghadapi masalah, bagaimana hubungan kita dengan orang lain. Jadi apakah penting menyembuhkan inner-child? Menurutku sangat penting. Sama seperti ketika kita terluka, tentu perlu diobati karena jika dibiarkan begitu saja akan terjadi infeksi atau pembengkakan yang justru memberikan akibat yang lebih parah. Menurutku jadi berat bagi kita juga untuk menjalani kehidupan dan karena manusia adalah makhluk social yang berinteraksi dengan orang lain, inner-child yang belum disembuhkan sedikit banyak bisa melukai orang lain. Contoh kecilnya, bagaimana kita mendidik atau berperilaku kepada anak-anak. Orang yang belum sembuh dari inner-childnya cenderung untuk melampiaskan luka batinnya kepada anak tersebut...

I WANT TO DIE BUT I WANT TO EAT TEOKPOKKI Part 1

Dari: diriku Untuk: diriku   saya minta maaf! *** Sebelumnya saya mau review sedikit tentang buku yang sangat excited saya pesan. Sejujurnya ini kali pertama saya memesan buku secara online , ikut pre-order dan nungguin sampe beberapa puluh hari. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada Baek Se Hee yang telah sangat berbaik hati berbagi kisahnya dan menuliskannya dalam sebuah buku. Awalnya saya mengetahui buku itu karena direkomendasikan oleh boygroup Korea Selatan, BTS tapi pada saat itu hanya ada versi hangeul beberapa lama kemudian saya melihat postingan seorang psikiater yang saya ikuti di twitter dan ia diberi tanggung jawab menuliskan kata pengantar pada buku tersebut. Setelah itu tentu saja saya langsung mencari tahu buku yang sudah diproduksi dalam Bahasa Indonesia tersebut. Melihatnya langsung membuat saya sangat senang, awalnya saya berpikir akan membacanya dalam waktu satu hari saja, nyatanyaaa…buku setebal 236 halaman tersebut harus saya baca berha...

PUZZLE SAMA SISI

  Jarum runcing di jam yang melingkar di pergelangan tangan Aira menunjukkan pukul 17.30, bagaskara bersiap-siap untuk berpamitan setelah menunaikan tugasnya hari ini dan bersiap memberi terang pada penduduk Bumi dalam diamnya melalui rembulan. Perjalanan sepulang kerja selalu diwarnai rangkaian besi-besi besar bermuatan wajah kusut penuh peluh. Isi kepala dan lelah daksa membuatnya abai pada indahnya jingga tanda pamitnya sang bagaskara. Benda empuk di tempat bernama rumah serta segarnya alir menjadi damba. Namun, berbeda dengan dua insan yang tengah asik bercengkrama menikmati henti sejenaknya roda empat yang mereka tumpangi akibat sesaknya muatan jalanan. Sekadar bertemu sapa dan bertukar cerita mampu mengisi kembali daya yang terkuras akibat   hampir dua belas jam digunakan untuk bergelut dengan kertas dan layar komputer.   “ kalau salat di rumah keburu gak?” Tanya yang laki-laki. “kayaknya enggak nih, ini masih panjang. Nanti berhenti di masjid depan warteg b...