Langsung ke konten utama

Esensi Mencintai

Sudah lama tidak membicarakan cinta.
bahkan jari-jari ini serasa kaku menguntai kata tentangnya lagi.
Bukan traumatis atau semacamnya hanya saja jadi sedikit kikuk.
Karena sekarang aku harus bercerita tanpa rasa.
Rasaku terbunuh bersama hilangnya segala kenang.
Yah,  kini aku tanpa rasa.
Mati.
Tak berarti.

Mencintai ya...
Definisinya saja aku masih abu-abu.
Masih meraba-raba lorong kelam tanpa cahaya.
Aku... Tak tahu.

Esensi mencintai.
Memiliki.
Saling memiliki.

Makna dari sebagian besar ummat.  Pasti.

Namun mengapa aku melihatnya berbeda?
Menjaga.
Aku mendefinisikannya demikian.

Menjaga ia yang kamu cintai.
Menjaga rasamu suci tak tersentuh.
Dan menjaga...
Tak harus dengan merangkul.
Tak harus dengan memeluk erat.

Menjaga bumi hijau tak harus dengan menetap bersamanya bukan?
Terkadang membiarkannya tumbuh dan berkembang adalah cara mencintai.
Tak perlu tersentuh jemari manusia yang nyatanya hanya menyakiti.

Ku teringat tulisan lama.
Manusia itu seperti bunga.
Kamu menyukainya namun jangan petik.  Karena tanganmu yang akan mengotorinya sendiri.
Kamu pikir kamu menjaganya namun nyatanya kamu hanya membuatnya mati dalam keadaan yang mengenaskan.

Seorang pernah berkata
"kalau kamu rasa itu indah,  biarkan saja dia.  Biarkan dia tumbuh sebagaimana mestinya"
Tapi aku menyukainya.
"lantas kalau kamu menyukainya kamu bebas mengambilnya dan menyentuhnya?  Lalu kenapa kalau kamu menyukainya lalu mencabutnya?  Bukankah itu sama saja dengan merusaknya? Tidak.  Kamu tidak benar-benar menyukainya.  Kamu hanya kagum semata.  Mengambilnya. Kemudian dia akan layu lebih cepat.  Kemudian membuangnya dan menggantinya dengan yang baru"
Wanita memang ibarat Bunga.
Seperti itulah.

Lalu bagaimana?
Biarkan.
Biarkan dia hidup sebagaimana mestinya.
Layu pada waktunya.
Tergantikan sesuai hukumnya.
Pelihara jika memang sudah memiliki kesanggupan.
Sepertinya majasku sudah menjelaskan.

Untuk membiarkan kita butuh apa?
Keikhlasan.
Titik tertinggi dari mencintai.
Kata 75% manusia dewasa yang aku kagumi.

Butuh hati yang kuat.
Jiwa yang siap.
Raga yang sigap.
Atau mungkin...
Keikhlasan yang akan membentuknya dengan sendirinya.

Tak perlu kuat di awal.
Tak perlu siap di awal.
Ikhlaskan saja dulu.
Maka baja sedang terasah dalam diri.
Titik tertinggi harga diri sedang terbentuk.

Bukan melebihkan tapi sungguh hanya orang luar biasa yang mampu.
Dahulu suka mengagumi manusia super itu.
Hingga akhirnya bisa mencicipinya sendiri.

Ketika situasi,  kondisi dan waktu tidak memungkinkan untuk memiliki,  ikhlaskan.

"nyatanya cinta yang sebenar-benarnya hanya ada pada keikhlasan untuk tidak memiliki"
-Mas Adjie

Ketika ragamu tau kamu bisa memiliki.
Tapi sebagian dirimu paham ada sesuatu yang lebih benar.
Mengikhlaskan untuk tidak memiliki adalah yang terbaik.
Walaupun kamu tahu dia nanti akan menemukan bahagianya sendiri.
Kamu mengikhlaskannya dan bahagia atasnya.
Kamu kuat,  kawan!
Aku tahu itu.

Hey kawan-kawan pejuang Jannahku!
Biarkan waktu sembuhkan lukamu.
Luka yang sama-sama kita paham bahwa kita yang menorehkannya sendiri.
Bila waktu dan keadaan belum mengizinkan apa mau dikata,  coba menjadi salah satu dari manusia terkuat di dunia.  Mengikhlaskan.
Karena manusia itu penuh dengan ego.  Ego memiliki adalah yang terbesar.
Jika ada kesempatan,  mengapa tak memiliki?  Dan setan akan riuh bersorak-sorai.
Ayo berjuang menang atas ego sendiri dan atas godaan setan!
Karena sejatinya,  musuh terbesar bagi kita adalah ego diri sendiri.
Kekuatan terbesar bukan terletak pada seberapa hebat kita melawan orang lain tapi seberapa hebat kita melawan ego sendiri.
Jadilah kuat!  :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INNER-CHILD

  Hai hari ini aku mau bahas mengenai inner-child atau luka batin. Well, inner-child ini sebenarnya hampir ada di semua orang baik sadar maupun tidak disadari. Tanpa kita sadari inner-child yang belum disembuhkan sangat mempengaruhi kehidupan kita, bagaimana kita bersikap, bagaimana menghadapi masalah, bagaimana hubungan kita dengan orang lain. Jadi apakah penting menyembuhkan inner-child? Menurutku sangat penting. Sama seperti ketika kita terluka, tentu perlu diobati karena jika dibiarkan begitu saja akan terjadi infeksi atau pembengkakan yang justru memberikan akibat yang lebih parah. Menurutku jadi berat bagi kita juga untuk menjalani kehidupan dan karena manusia adalah makhluk social yang berinteraksi dengan orang lain, inner-child yang belum disembuhkan sedikit banyak bisa melukai orang lain. Contoh kecilnya, bagaimana kita mendidik atau berperilaku kepada anak-anak. Orang yang belum sembuh dari inner-childnya cenderung untuk melampiaskan luka batinnya kepada anak tersebut...

PUZZLE SAMA SISI

  Jarum runcing di jam yang melingkar di pergelangan tangan Aira menunjukkan pukul 17.30, bagaskara bersiap-siap untuk berpamitan setelah menunaikan tugasnya hari ini dan bersiap memberi terang pada penduduk Bumi dalam diamnya melalui rembulan. Perjalanan sepulang kerja selalu diwarnai rangkaian besi-besi besar bermuatan wajah kusut penuh peluh. Isi kepala dan lelah daksa membuatnya abai pada indahnya jingga tanda pamitnya sang bagaskara. Benda empuk di tempat bernama rumah serta segarnya alir menjadi damba. Namun, berbeda dengan dua insan yang tengah asik bercengkrama menikmati henti sejenaknya roda empat yang mereka tumpangi akibat sesaknya muatan jalanan. Sekadar bertemu sapa dan bertukar cerita mampu mengisi kembali daya yang terkuras akibat   hampir dua belas jam digunakan untuk bergelut dengan kertas dan layar komputer.   “ kalau salat di rumah keburu gak?” Tanya yang laki-laki. “kayaknya enggak nih, ini masih panjang. Nanti berhenti di masjid depan warteg b...

Laporan Fisika (Arus & Tegangan)

MENGUKUR ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK I.                    Tujuan:   Mengetahui cara mengukur arus dan tegangan listrik II.                 Landasan Teori 1.       Hukum Ohm              “ besar kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar berbanding langsung dengan beda potensial antar ujung-ujung penghantar , asalkan suhu penghantar tetap . “                 Hukum ohm menggambarkan bagaimana arus, tegangan, dan tahanan berhubungan.  George ohm menentukan secara eksperimental bahwa jika tegangan yang melewati sebuah tahanan bertambah nilainya maka arusnya juga akan bertambah nilainya. Begitu juga sebaliknya. Hukum ohm dapat dituliskan dalam rumus seb...