Langsung ke konten utama

'Menjadi Manusia'

After watching many videos from 'Menjadi Manusia' youtube channel. Yeah that's my favorite topic so I really excited. Maybe I didn't feel what they feel, I didn't through something like they are, but rn I know that they are really a strong people. Really. The time when you think to end your life and then decide to keep alive is amazing. For some people it's really fool, dumb or anything, but for me it's a real struggle. 

Some people says don't bring God to their mental illness. But after watching many videos, from people who experience it directly, no you really need your God. You need pshiciarty, family, friends and nice society but you also need your God. The time when people want to suicide and then something weird happen to them, they only think about their God. Looking for pleasent from God. So you need God. And the important thing is you really need a good society. Society that won't to judge your mental illness. Omar prove it that he can came out from yeah what we called it, I donnow just watch his videos, he need a friends. 

So what I wanna tell you is, we need to be a real human. Be a nice human. Every single things that we did to other people is crucial. For you it didn't mean anything, for others it really means everything. Maybe it can change their whole life without we know. It's good if we can give a positive vibes for others, we change their live in positive way. 

And then the last, people can change. What we call people that did bullying? Bullyer? They can change. They can ask for forgiveness from people that they bullied. Maybe it was a few years ago but you know that the scars didn't dissepear like your memory about it. They still can feel it. Ask for forgiveness from them can tell them that people that was did bad things to them is change so maybe they can live peacefully. They will. It really help. 

Don't say I just know to watch and talk, I really know how it feels.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INNER-CHILD

  Hai hari ini aku mau bahas mengenai inner-child atau luka batin. Well, inner-child ini sebenarnya hampir ada di semua orang baik sadar maupun tidak disadari. Tanpa kita sadari inner-child yang belum disembuhkan sangat mempengaruhi kehidupan kita, bagaimana kita bersikap, bagaimana menghadapi masalah, bagaimana hubungan kita dengan orang lain. Jadi apakah penting menyembuhkan inner-child? Menurutku sangat penting. Sama seperti ketika kita terluka, tentu perlu diobati karena jika dibiarkan begitu saja akan terjadi infeksi atau pembengkakan yang justru memberikan akibat yang lebih parah. Menurutku jadi berat bagi kita juga untuk menjalani kehidupan dan karena manusia adalah makhluk social yang berinteraksi dengan orang lain, inner-child yang belum disembuhkan sedikit banyak bisa melukai orang lain. Contoh kecilnya, bagaimana kita mendidik atau berperilaku kepada anak-anak. Orang yang belum sembuh dari inner-childnya cenderung untuk melampiaskan luka batinnya kepada anak tersebut...

I WANT TO DIE BUT I WANT TO EAT TEOKPOKKI Part 1

Dari: diriku Untuk: diriku   saya minta maaf! *** Sebelumnya saya mau review sedikit tentang buku yang sangat excited saya pesan. Sejujurnya ini kali pertama saya memesan buku secara online , ikut pre-order dan nungguin sampe beberapa puluh hari. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada Baek Se Hee yang telah sangat berbaik hati berbagi kisahnya dan menuliskannya dalam sebuah buku. Awalnya saya mengetahui buku itu karena direkomendasikan oleh boygroup Korea Selatan, BTS tapi pada saat itu hanya ada versi hangeul beberapa lama kemudian saya melihat postingan seorang psikiater yang saya ikuti di twitter dan ia diberi tanggung jawab menuliskan kata pengantar pada buku tersebut. Setelah itu tentu saja saya langsung mencari tahu buku yang sudah diproduksi dalam Bahasa Indonesia tersebut. Melihatnya langsung membuat saya sangat senang, awalnya saya berpikir akan membacanya dalam waktu satu hari saja, nyatanyaaa…buku setebal 236 halaman tersebut harus saya baca berha...

PUZZLE SAMA SISI

  Jarum runcing di jam yang melingkar di pergelangan tangan Aira menunjukkan pukul 17.30, bagaskara bersiap-siap untuk berpamitan setelah menunaikan tugasnya hari ini dan bersiap memberi terang pada penduduk Bumi dalam diamnya melalui rembulan. Perjalanan sepulang kerja selalu diwarnai rangkaian besi-besi besar bermuatan wajah kusut penuh peluh. Isi kepala dan lelah daksa membuatnya abai pada indahnya jingga tanda pamitnya sang bagaskara. Benda empuk di tempat bernama rumah serta segarnya alir menjadi damba. Namun, berbeda dengan dua insan yang tengah asik bercengkrama menikmati henti sejenaknya roda empat yang mereka tumpangi akibat sesaknya muatan jalanan. Sekadar bertemu sapa dan bertukar cerita mampu mengisi kembali daya yang terkuras akibat   hampir dua belas jam digunakan untuk bergelut dengan kertas dan layar komputer.   “ kalau salat di rumah keburu gak?” Tanya yang laki-laki. “kayaknya enggak nih, ini masih panjang. Nanti berhenti di masjid depan warteg b...