Langsung ke konten utama

Postingan

SI WAJAH TEMBOK

Kulihat ia di kejauhan Menjulang tinggi halangi mentari Wajahnya bercahaya Cerah, secerah langit biru Aku suka wajah temboknya.                 Namun, saat matanya bertemu mataku                 Sendi-sendiku meminta berpaling                 Membuat matanya hanya bertemu punggungku                 Membuatku bebas melukis senyum                 Kurasakan pandangannya menembus sum-sumku Wajahnya terbayang Awan imajinasiku hanya menampilkan wajah itu Tatapan itu Tatapan yang tak mampu kubalas Akankah arti tatapan itu sama dengan arti tatapanku? Depest, 11 November 2015

PERANG

SUARA-SUARA PERANG Suara meriam membahana Menggelegar bag halilintar murka Allah Suara gedung runtuh memekakkan telinga Teringat keringat para kerja yang membangunnya Suara peluru saling bersahutan Bertukar sama kemudian bersarang di organ manusia Suara oarng tua mencoba mengimbangi Hilir mudik mencari sang buah hati Suara tangis anak-anak tak terdengar Mencoba menutup telinga, namun suara meriam yang mereka dengar Suara-suara senjata, jeritan-jeritan ketakutan Teriakan minta tolong, suara-suara perang Fajar mulai menyingsing, perang telah usai Suara-suara cairan darah memancar dari jantung Suara-suara ketakutan masih terdengar Suara-suara orang tua semakin keras Suara-suara kesakitan Suara-suara perang Suara-suara yang cba didengar dunia Depest, 15 Juni 2015 AKU dan PERANG Kini, semua telah usai Kota cerah itu berubah suram Bangunan kokohnya menghilang seketika Pijakan bukan lagi tanah, namun puing-puing bata merah M...

SI PELANGGAR PERATURAN 5: BERHENTI MELANGGAR PERATURAN

                Saat aku tengah duduk di taman belakang sekolah, Ikmal tiba-tiba mendatangiku.                 “Jul,kamu ngejauhin aku yah?”seperti biasa, tanpa ada salam ataupun basa-basi.                 “walaikumsalam”kataku. Ikmal kemudian duduk di sampingku menungguku memberi penjelasan. “siapa juga yang ngejauhin kamu? Lagian, untuk apa aku melakukannya?”kataku santai.                 “aku juga ingin menanyakannya. Mengapa kamu menjauhi aku?”desaknya                 Aku menatap Ikmal “yang ngejauhin kamu siapa sih. Akhir-akhir ini aku benar-benar sibuk”jawabku       ...

DI BALIK BENIH DANDELION

         Aku selalu bertanya-tanya untuk apa sekolah? Sekolah adalah tempat paling tidak menyenangkan di dunia. Setiap hari hanya berhadapan dengan pelajaran-pelajaran tak bersahabat. Dari sekian mata pelajaran itu, tidak ada satu pun pelajaran menjelajah. Menjelajah dari satu tempat ke tempat lainnya dan akan bertemu dandelion   dan melihat benih-benihnya terbang diterpa angin. Sekolah selama 10 tahun itu meresahkan. Seandainya saja pelajaran hanya 1+1 bukan log10-(8) 5 !@#$%^.             Kudengar hari ini aku dan teman-teman sekelasku akan pindah ke kelas baru dikarenakan kelasku sedang dilebur karena sedang ada renovasi di gedung tempat kelasku berada. Teman-temanku sibuk berceloteh mengenai harapan mereka untuk teman kelas barunya nanti. Berharap bisa masuk kelas X.1 dimana ada Brandon si Ketos super cool itu atau di kelas X.5 dimana ada Alex si cowok manis yang genius, dan lain-lain. Aku? Aku h...