Langsung ke konten utama

Postingan

P E L I T A

            Aku 14 tahun, berjenis kelamin perempuan, seharusnya sudah sekolah menengah pertama namun kandas di tengah jalan. Aku harus botak dan berada di meja operasi berkali-kali. Pingsan berkali-kali, mimisan berkali-kali, kepala terasa ingin meledak sesekali, atmosfir sekolah tidak cocok untukku. Padahal aku suka punya banyak teman. Aku senang agamaku mengajarkan untuk berhijab maka takkan ada yang melihat kepala plontosku. Aku menatap ibu yang berlalu lalang di samping ranjangku.             “tunggu sebentar. Aku kan sudah bilang anakku sedang sakit. Nanti aku menyusul ke kantor. Tolong mengertilah”             Kemudian dia mematikan telponnya dan mulai mendekatiku,             “sayang, kamu sudah baik-baik saja?”tanya ibu khawatir.    ...

SABAR

Teka teki yang masih dalam kepala. Terlalu banyak dijejali quote tentangnya. Innallahaa maa shoobirin. Allah bersama orang-orang yang bersabar. Man shobaru zafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Sabar itu tidak ada batasnya. Sabar tak terbatas... Masih teori di dalam kepala. Aku pernah begitu bodoh. Kehilangan kesabaran. Kemudian selanjut-selanjutnya terasa sudah lupa apa itu sabar. Sungguh hal paling sulit dilakukan adalah sabar. Sebenarnya apa itu sabar? Berdiam diri? Meredam amarah? Entahlah. Ketika mengeluarkan isi kepala yang tidak seharusnya dikeluarkan. Ketika amarah tertumpahkan Ketika sudah tak mampu menahan diri dari yang seharusnya Aku pernah begitu bodoh melisankan segala hal yang bodoh di atasnya bodoh di atasnya bodoh "aku tak pernah menyesal ketika diam, namun selalu menyesali setiap lisanku" Arrghh.. Dia benar. Aku pernah lepas kendali. Semua karena sabar yang tiada di hati. Aku lupa. Hanya sampai di situ batas kesabaranku Lemah ...

SunShine Shelter

            Rumah sederhana yang penuh….bahagia. mungkin juga sedikit frustasi, kesedihan, dan berbagai perasaan gado-gado lainnya. Diisi oleh anak-anak berbagai karakter dan berbagai respon dalam menyikapi anugerah yang diberikan. Rumah penuh cahaya dimana lilin-lilin cantik menghiasi setiap Lorong rumah dan setiap kamar anak-anak. Pemiliknya tidak terlalu suka menyebutnya rumah apalagi rumah sakit, beliau lebih senang menyebutnya gubuk atau Shelter . Haruskah kita mengintip sedikit penghuni sunshine shelter ini? Pelita, 14 tahun. Kanker otak stadium 3. “ aku hanya menyusahkan orang tuaku, aku tak berguna” Lentera. 16 tahun. Leukimia stadium akhir. “ aku selalu bersyukur atas anugerah yang diberikan Allah. Semua ini anugerah” Pendar. 14 tahun. Gagal jantung sejak lahir. “ tak ada yang peduli padaku. Kapan Tuhan memanggilku?” Binar. 13 tahun. Tumor. “ setidaknya terlihatlah bahagia” Sabit. 11 tahun. Pos...