Langsung ke konten utama

Postingan

Anak Benci Orangtuanya???

Assalamualaikum. Bukan karena saya kebelat yaa jd bahas gini-ginian, justru ingin berbagi aja biar lebih aware. Saya mungkin pernah bahas dikit sebelumnya. Pernikahan itu bukan sesuatu yang simple. Menyatukan dua insan tidak semudah itu. Saya mungkin termasuk manusia yg cukup idealis, teman saya bilang terlalu idealis. Idealis di sini maksudnya pengen sesuatu tertata, sesuatu terjadi secara ideal. Misalnya ya idealnya seorang cewek itu nikah umur 21-25 (misalnya doang ya gaess), jd aku jg mau nikah umur-umur segitu (ini misalnyaaa lagi, cz nyatanya gak gitu wks). Jd idealis gitu lah. Jadi kalau dari diri saya, saya juga mau seuanya berjalan ideal. Misal untuk pernikahan, idealnya nikah umur segini, sama yg kayak begini, acaranya begini, udah siap bibit bebet bobot. Ya kayak gitu. Menurut aku, hal sesakral itu harus dijalani ketika kita memang sudah benar-benar bisa membuka mata hati dan pikiran. Bisa benar-benar menentukan mana baik dan buruk. Misalnya menentukan pasa...

Tanpa Tanda Jasa

Malaikat tak bersayap. Ibu. Benar kan? Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Mengapa disebut tanpa tanda jasa padahal ia mendidik orang-orang dari tidak tahu menjadi tahu. Bukankah pencapaian orang tersebut adalah jasanya?   Lusuh. Sebuah deskripsi tepat untuk wanita paruh baya itu. Baju batik warna hijau tua yang rasanya sudah ia gunakan 3 hari yang lalu. Sepatu plastik harga tiga puluh lima ribu rupiah yang diperkirakan ia belinya di tukang sandal lesehan di pasar becek. Tas merek Gucci KW super berisi berkas-berkas pentingnya. Ia jalan terseok-seok hendak menunggu angkot di pinggir jalan. Hujan semalam berhasil membuat jalanan tak beraspal depan rumahnya menjadi berlumpur, bahkan untuk mengangkat kaki pun terasa sulit. Sebelum berhenti menunggu angkot, ia sempatkan menukar sendal jepit yang ia gunakan dengan sepatu plastik tiga puluh lima ribu rupiahnya. Janji caleg masih belum ditepati, jalanan ke rumahnya belum mulus seperti daerah lain.  Semalam ia tidur larut menger...

A

Aku menatapnya lagi. Putih. Kecil. Terdapat garis kebiru-biruan yang tampak. Juga garis-garis merah kecil bercabang-cabang. Tipis. Sangat tipis.  Aku menatapnya lagi. Dingin. Berkilauan. Dari kejauhan nampak ketajamannya. Perak menyilaukan.  ‘Bagaimana jika benda itu menyentuh benda tipis tadi? Garis-garis merahnya akan terputus kemudian membiarkan sesuatu di dalamnya mengalir bukan? Jika aku menekannya semakin dalam garis kebiruan juga akan ikut terputus bukan? Temukan aku beberapa jam kemudian dan kulitku akan berwarna biru pucat dengan genangan merah di sekitarku. Jantungku berhenti berdetak, aku  m a t i.’ Ahhh..lagi-lagi suara-suara di kepalaku berdenging, membuatku menggeleng keras. Aku kembali menatap kedua benda itu silih berganti kemudian terdiam sesaat. Tolong sadarlah, ini yang kamu butuhkan untuk saat ini. Hanya kesadaran. Aku mengepalkan tanganku keras sambil memejamkan mata erat-erat. Napasku semakin memburu kemudian benar-benar gulita. *** Aku m...

Kisah Sembilu Manusia Bodoh

Kenangan lama yang terlalu sering menyergap.  Kisah pilu sembilu anak manusia bodoh.  Serangan menyerbu, jantung memaksa berpacu dalam remukan erat. Memompa darah begitu liar membuat gigi bergemeletuk hebat.  Jemari menyatu keras dengan pembuluh menonjolkan lekukan.  Mata memejam erat melukis garis otot sekitar kelopak.  Tak sadar, rintik satu-satu muncul perlahan-lahan. Entah dari bola mata atau hasil kerja kalenjar keringat.  Rambut akhirnya jadi sasaran, tertarik hingga rontok.  Bayangan hitam berkelabat. Hanya dalam relung kenang yang terproyeksi begitu nyata.  Rintik akhirnya jadi genang diikuti pita suara memainkan peran.  Lolongan paling menyakitkan, paling memilukan dari siapapun yang mendengar.  Tapi tak ada yang mendengar, pita suara tertahan agar tak bekerja.  Hingga akhirnya jantung yang mengambil alih, sesak. Percuma, dikeluarkan pun takkan ada yang menoleh. Tak ada yang peduli.  Kisah ...

I Just...

Apa aku sedingin itu?  Apakah menjadi manusia dingin adalah buruk?  Sometimes, aku menyukainya. Kayak cool aja gitu.  But sometimes....I hate it. Me. Myself.  "kamu tidak peka ya"  Bukannya aku tidak berusaha but I have no idea. Ketika orang-orang berpikir bisa menilai orang lain dari caranya menatap while me langsung berpikir emang dia punya mata? Oh ok fine itu terlalu lebay. But seriously.  "responmu datar sekali" Aku juga ingin menangis ketika melihat org menangis. Ingin tertawa lepas ketika org tertawa. Tapi terkadang...I just can not do it. Entah kenapa. Ketika org lain tersakiti, ada seribu satu yang ingin ku keluarkan, ingin menenangkan, ingin mendengarkan, ingin memeluk and want to say 'i am here for you' or anything lah tapi yang terjadi just being cold dan yang keluar hanyalah 'udahalah berhenti. Sans aja, gitu doang'. Yeah sometimes I hate my tongue. Kata-katanya terlalu menyakitkan meski terkadang aku pun tidak sadar. ...

'Menjadi Manusia'

After watching many videos from 'Menjadi Manusia' youtube channel. Yeah that's my favorite topic so I really excited. Maybe I didn't feel what they feel, I didn't through something like they are, but rn I know that they are really a strong people. Really. The time when you think to end your life and then decide to keep alive is amazing. For some people it's really fool, dumb or anything, but for me it's a real struggle.  Some people says don't bring God to their mental illness. But after watching many videos, from people who experience it directly, no you really need your God. You need pshiciarty, family, friends and nice society but you also need your God. The time when people want to suicide and then something weird happen to them, they only think about their God. Looking for pleasent from God. So you need God. And the important thing is you really need a good society. Society that won't to judge your mental illness. Omar prove it that he can ...

K-POP??

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo! Balik lagi bersama diriku di sinihhh.. Kali ini mau bahas K-POP. Udah pada baca spoilernya di status WA saya kan? Yaa bagi yang berteman aja pastinya wkwkk. Ini udah dari jaman batu kayaknya ya hehe. Tulisannya udah tenggelam ditelan tugas. Banyak yang nanya (meski bukan sama diriku) “ gimana sih caranya lepas dari K-POP?” oke..oke.. mari kita bahas hari ini. K-POP. Korean POP. Korean Wave. Dan semacamnya. Pastinya udah gak asing banget ya bagi kita apalagi bagi remaja. Muka yang cakep, kulit mulus kayak porselen, suara bagus, jago nari, bakat mumpuni, drama bikin baper. Semua itu adalah daya Tarik tersendiri bagi penonton terutama cewek-cewek nih. Jangan salah, aku juga sempat termasuk ke dalamnya. Tapi kali ini kita gak usah bahas lebih dalam deh ya nanti aku flashback lagi dan yaa di balik banyaknya konspirasi-konspirasi K-pop yang yahh mungkin kita udah tahu yaa cuma ada beberapa di antara kita belum paham betul. Tapi a...