“astagfirullah…astagfirullah…” Aku menarik napas dan menghembuskannya berkali-kali sambil terus melafalkan istighfar. Mataku memanas, kepalaku penuh kekhawatiran. Ia kembali, anxiety itu kembali dan ia siap menggerogoti setiap sudut hidupku. Aku menenggelamkan diri dalam pelukan dengan diriku sendiri, aku terisak, aku goyah, aku patah, lagi. Aku ingin berteriak begitu kerasnya, aku ingin ke ujung dunia lalu berteriak di depan tebing tinggi, sangat kencang. *** Hari ini memasuki hari ke 20 setelah berita tersebut pecah di negara ini. Kematian ke 49 sudah tercatat. Tanganku bergetar hebat membaca berita hari ini. Dokter-dokter dan tenaga kesehatan yang berada di lini terdepan mulai berguguran, aku semakin terguncang. Peristiwa ini mungkin bukan yang pertama kalinya tapi peristiwa ini yang paling membumi hanguskan negara. Semua kegiatan dihentikan, semua orang diminta tetap tinggal di rumah, sekolah dan universitas diliburkan, bahkan ada permintaan work from home . Semua dil...
"Don't forget to turn on the light"Albus D.